Nuansa
Berjalan berdampingan di atas segala perbedaan, terasa tak mudah (memang)... Tetap mampu berdiri sendiri, (namun) terasa rapuh jika berjalan tanpamu... Always a reason behind something... #SahabatSejati

Monday, September 21, 2026

Journey 2






Sini.. sejenak dulu duduk di sampingku. Sudah kupilihkan kopi untukmu. Americano kan? Berikan aku waktu sejenak untuk terdiam dan memeluk lenganmu, lalu merebahkan kepalaku di bahumu. Biarkan aku menghela napas agar aku tetap ingin berjuang untuk hidup. 

Aku sudah lama berharap orang-orang di sekitarku bisa memahami aku dengan lebih baik. Tak meminta mereka untuk mengerti. Karena perbedaan pandangan pasti akan selalu ada. Aku yang terlalu drama sama semuanya.

Ingin rasanya tak punya sedalam ini padamu. Namun, berdampingan denganmu... selalu membuatku nyaman dengan diriku sendiri. Maka aku akan membiarkan semuanya mengalir pada waktunya. 

Maka, semoga kamu tidak keberatan meminjamkan bahumu kali ini. Peluk saja erat juga aku kali ini.. Sehingga aku merasa ditemani untuk semua perjalanan yang telah disiapkan Tuhan untukku. Kaca hati yang memburam karena diam... air mata yang selama ini menemani kesendirianku mengalir tanpa henti. Aku sudah berjanji untuk tidak melakukannya di depan orang lain. Hanya bisa terisak di atas sajadah, di sepertiga malamku.

Aku,

Selama ini belajar agar tidak merepotkan siapa pun. Belajar tampil kuat dengan senyum yang terus mengukuhkan keseharianku. Hingga tak ada yang menyadari betapa aku belajar membangun diri yang kuat ini, dengan banyak jatuh. Namun, kuputuskan untuk selalu bangkit dan menyisihkan tenaga untuk belajar lebih giat setiap hari. Dan kini... aku berada di titik ini...

Tak mengharapkan validasi atas semua pencapaian ini. Karena aku sudah selesai dengan semuanya. Ketika aku mengatakan "see you on TOP" kepada semua orang, itu (hanya) menjadi kata penguat saat aku rapuh. 

Ini bukan tentang mereka. Sepenuhnya milikku..

Dan, kini aku sadar..

Perjalanan kali ini, begitu indah dan layak untuk kujalani. Tak ada yang berhak menghakimi, karena ini urusan antara aku dan kamu. Teman yang saling menguatkan dan berjalan bersama. Yang tetap berdebat tentang semua perbedaan yang tiba-tiba muncul, dan pada akhirnya kita tetap tertawa lepas. Lalu saling menerima dengan lapang dada di setiap persimpangan jalan itu agar bisa melanjutkan perjalanan bergandengan di sampingmu. Tidak di belakangmu kecuali di jalanan sempit yang tidak memungkinkan kita berjalan berdampingan.

Tahukah kamu bahwa di sepanjang jalan itu, saat tanganmu menggandengku erat, hal itu memiliki makna yang tak terhingga. Karena selama ini yang kujalani hanyalah bagaimana sseorang laki-laki itu menunjukkan egonya dengan sangat kuat. Memposisikanku disampingmu adalah bentuk kesetaraan yang belum pernah kujalani. Genggaman erat yang hangat itu menjadi penguat yang mengalir di pembuluh darah, hingga terasa seperti cahaya di sisi gelap hati yang terus tertutup tabir hitam.

Semua percakapan yang kita lakukan sejak pagi hingga kita merebahkan penat di atas peraduan itu, selalu membuktikan dukungan yang tanpa sadar terjalin di atas perbedaan. Tak ada yang mampu menolak, jika itu memang terbukti secara logika dan nalar. 

Seperti yang pernah kukatakan, semua ini seperti jawaban atas semua do'a yang pernah kulangitkan dengan air mata kepada-Nya. Permintaan yang kulakukan saat kecewa selalu menjadi bagian dari keseharianku. Pertanyaan: "Apakah aku (masih) layak bahagia?" atau "Apakah aku (masih) berhak bahagia?".

Karena padamu, semua jawaban yang kutunggu selama 2 tahun itu. Seperti melihat Saturnus di Tata Surya atau kesempatan untuk melihat Galaksi Andromeda. Penantian yang lama itu ternyata bermuara pada sesuatu. Bahkan untuk semua perbedaan yang ada saat ini. 

Mungkin hampir tidak ada orang yang berdoa untuk perbedaan dalam hidup mereka. Namun bagiku, perbedaan itu akan menjawab semua pertanyaan yang ingin kulihat sejak awal. Kedewasaan dalam menyikapinya, dan bagaimana kita bernegosiasi mengenai semua hal tersebut. 

Matamu menghadirkan semua keindahan yang ingin kulihat dalam kedalaman jendela hati. Berbinar memancarkan harapan yang mungkin masih terlipat di jeda waktu. Di sana, kulihat semua keindahan yang berbingkai. 

Aku, (hanya) perempuan yang terbiasa menahan rasa. Ketika lelah dan airmata itu jatuh, aku tetap harus berdiri. Luka yang dalam kupendam rapat. Dan airmata selalu kuhapus dalam diam.

Banyak yang melihatku kuat, padahal kekuatan ini bukan karena aku tidak pernah runtuh. 

Aku sering hancur dan goyah, tapi aku tahu tidak ada pilihan selain terus berdiri.. Meski hati penuh luka!

Dan inilah aku, perempuan yang tampak tegar di luar, namun menyimpan ribuan pertempuran di dalam dada. 

Pertempuran yang (hanya) aku sendiri yang tahu..

Semoga.. 

Takkan ada kata-kata "sampai jumpa..", karena kita mampu melewati semuanya dengan saling menghargai dan memeluk semua itu dengan keindahan pelangi di langit setelah hujan. Lalu merenda semua mimpi dengan warna kita masing-masing di cakrawala yang sama. 

Kebebasan yang terus akan memupuk kebersamaan dengan visi dan misi yang sama. Terus menjalani keseharian dengan pelukan damai yang menenangkan..

4:44 


Thursday, August 13, 2026

Hening 2

 


Aku, kembali ke pantai ini denganmu. Hening tanpa suara karena saat ini aku sedang mencerna semua luka yang pernah singgah. Engkau berkata, "Kamu harus move on." Sejenak otakku membeku, membayangkan suasana kamar yang temaram kala itu. Apakah selama ini aku memang masih berjalan di tempat, tanpa beranjak sedikit pun. Atau aku memang tidak peka?

Adakah tanda yang selama ini tak terbaca?

Yang terselip di antara jeda kita dan aku kurang peka?

Saat ini aku melihatmu masih terlelap dengan napas yang sangat tenang. Damai..

Ingin mengusap kepalamu lembut, lalu berkata, "Sayang.." lalu mengecup pipimu, membisikkan, "..aku cinta kamu"..

Merebahkan kepala di dadamu, mendengarkan detak jantungmu. Sejenak merasa bahwa kali ini aku tidak salah ketika menitipkan rasa dan cinta yang memang sudah tak utuh. Tercemar polusi luka yang sebenarnya sudah kering. Namun, perjalanan waktu selalu mengoreknya hingga membuat luka itu kembali berdarah.

Jeda itu, masih ada dalam anganku..

Rasa yang tak bisa kugambarkan dengan baik..

Menatap punggungmu yang perlahan menghilang, membaur dalam pekatnya malam itu.

Terima kasih, sudah hadir dalam hidupku.

Monday, July 27, 2026

RASA

 


Aku,

Mengenalmu di waktu yang sempat terjeda oleh sunyi.. 

Menyentuhmu seiring perjalanan kebersamaan kita.

Banyak sisi yang harus kita pelajari.

Keterbukaan mendekatkan agar selaras di horison yang sama.

Berjuang melawan kerasnya badai RINDU yang terus menggerus..


Tanpa kusadar,

Tak setiap sedetik pun melepaskan ingatan tentangmu…

Seharusnya, aku tak perlu melepaskan terikatan yang melekatkan begitu cepat.

Cerita panjang itu selalu mengalir, hingga mengaburkan garis batas yang masih kugambar.


Maka,

Kamu..

Kembali yaa..

Jika memang semua akan berjalan seperti yang terbaik dari-Nya..

Tak perlu kamu terus berlari mengejar!

Karena kesejatian RASA tak perlu dipaksa..

Ia,

Akan hadir bersama JIWA yang terus berpasangan dengan RUMAH


Izinkan aku bersandar di bahumu sejenak…

Melepaskan semua penat yang masih memelukku ketika Matahari terbenam.

Lalu, biarkan aku menggenggam tanganmu erat

Merasakan hangat yang mengaliri nadi yang dingin..


@SenjaDibatasKota



 

Tuesday, June 23, 2026

Ini AKU!

 Hari ini kucatatkan niat dalam hati..

Menghapus semua jejak luka berdarah itu!

Takkan lagi kubuka semua cerita lama, membakarnya dengan api keabadian tanpa sekam. Cerita-cerita itu telah usai. Sakit yang masih terasa membuat sesak paru-paru untuk menghirup oksigen yang murni.

Cukup!

Semua jejak itu seharusnya telah terhapus lama. 

Tak sepantasnya tetap kunyanyikan kekesalan itu memuncak. Di antara jeda yang tak seharusnya jadi gelisah. Ribuan kilo itu sudah menjadi cerita yang usang. 

Sudahlah.. Vie, hidupmu lebih bahagia kini kan?

Langkahmu sudah jauh menjelajah Jepang, menuliskan cerita baru dengan karier dan karya yang luar biasa. 

Genggam dunia dan bahagia itu tanpa cela..

Jika terasa letih dan penat..

Istirahatlah..

Janji yaa..

Mundur sejenak menenangkan diri itu tak apa, lalu melesatlah menapaki semua cerita dengan hati yang sepenuhnya bahagia..

Matsumoto 2026/05/28

Sunday, May 17, 2026

Dear Sahabat..

​Selamat pagi..

Detik yang mendentang, mengingatkanku untuk mulai belajar bergerak lebih aktif kembali. Cedera itu menimbulkan sisi rapuhku.

Namun aku tak ingin kembali terpuruk di sisi gelap diri, hanya ingin terus belajar menjadi orang baik. Yang menerima semua perbedaan dengan lapang jiwa.

Aku belajar berdiri lagi, bernafas dengan baik..

Sempat merasa sendiri menjadi semua pahit di di tenang jiwa yang nampak di permukaan.

Aku menyimpan rindumu..

Agar tak lagi memaksa kuat..

Maukah kamu sebentar memberikan bahumu, untukku sejenak bersandar

Menyeka air mata..

Wednesday, April 15, 2026

Persahabatan

​Aku menatap punggungmu yang bergerak menjauh..

Melepaskanmu, adalah sebuah keharusan yang memang menjadi cerita kita.

Ujung yang tak ingin kutuliskan seperti ini..

Namun..

Hari ini aku merasakan, berapa jarak memang selama ini ada!

Atau memang aku hanya terlena..

Lepaskanlah..

Maka perlahan kuhadapi hari-hari ini dengan semua kepastian sendiri. Memeluk diri dengan lebih erat.

Karena sejatinya..

Cerita kita tak melekat!

Bahagialah..

Menggenggam jemari lekat.

Di ujung jalan ini kita berpisah..


Tuesday, March 31, 2026

200331 BIRU

​Sejenak meredakan gelisah yang terus menggerus ketenangan jiwa.

Aku,

Akhirnya memahami bahwa sendiri itu sepenuhnya MANDIRI!

Hari kemarin, mengajarkan jika tak ada pelangi yang kamu temui, mundurlah sejenak untuk mewarnainya kembali.

Yang terlewat takkan kembali.. 

Yang hilang mungkin memang menjadi ketetapanNya.

Mengubah dunia, tak seperti membalikkan telapak tangan. Namun waspada untuk semua intrik adalah nyata.

Rekam semua dalam ingatan, karena sejatinya kata adalah lidah yang tak bertulang. Dan bagai bumerang, akan kembali terbalik dengan fakta yang tertukar.

Persaingan, adalah nyata!

Maka.. Vie, berjalanlah dengan lurus. Sesekali menoleh untuk menjadi waspada dalam tenang dan hening.

Aku, membersamaimu! 

Peluk jauh..

@Kawabiko

Saturday, February 28, 2026

Mirai e

​Hora ashimoto wo mite goran 

Coba lihat langkahmu sendiri
Kore ga anata no ayumu michi 
Ini adalah jalan yang kamu tempuh
Hora mae wo mite goran 
Coba lihat ke depan
Are ga anata no mirai 
Itu adalah masa depanmu

Haha ga kureta takusan no yasashisa 
Ibu memberimu banyak kasih sayang
Ai wo idaite ayumeto kurikaeshita 
Dengan cinta yang kau peluk, kau terus melangkah
Ano toki wa mada osanakute imi nado shiranai 
Saat itu, aku masih kecil dan tak mengerti arti
Sonna watashi no te wo nigiri 
Menggenggam tanganku yang seperti itu
Isshoni ayundekita 
Kita berjalan bersama

Yume wa itsumo sora takaku aru kara 
Mimpi selalu ada di langit yang tinggi
Todokanakute kowai ne dakedo oitsuzukeru no 
Tak bisa menjangkaunya, itu menakutkan, tapi aku terus mengejarnya
Jibun no sutoori dakara koso akirametakunai 
Karena ini adalah ceritaku, aku tidak ingin menyerah
Fuan ni naruto te wo nigiri 
Saat merasa cemas, aku menggenggam tanganmu
Isshoni ayundekita 
Kita berjalan bersama

Sono yasashisa wo toki ni wa iyagari 
Kadang, aku merasa enggan dengan kasih sayang itu
Hanareta haha e sunao ni narezu 
Tidak bisa bersikap jujur pada ibuku yang jauh

Hora ashimoto wo mite goran 
Coba lihat langkahmu sendiri
Kore ga anata no ayumu michi 
Ini adalah jalan yang kamu tempuh
Hora mae wo mite goran 
Coba lihat ke depan
Are ga anata no mirai 
Itu adalah masa depanmu

Sono yasashisa wo toki ni wa iyagari 
Kadang, aku merasa enggan dengan kasih sayang itu
Hanareta haha e sunao ni narezu 
Tidak bisa bersikap jujur pada ibuku yang jauh

Hora ashimoto wo mite goran 
Coba lihat langkahmu sendiri
Kore ga anata no ayumu michi 
Ini adalah jalan yang kamu tempuh
Hora mae wo mite goran 
Coba lihat ke depan
Are ga anata no mirai 
Itu adalah masa depanmu
Mirai e mukatte 
Menuju masa depan
Yukkuri to aruite yuko 
Mari kita berjalan perlahan

………

Ingin rasanya menggenggam tanganmu,
Mencium pipimu..
Memeluk erat semua tentangmu.

Aku,
Selalu terdorong menjauh..
Tak sedikitpun mendapatkan kesempatan untuk menebus semua perjalanan yang terlangkahi tanpa hadirmu..

Dulu,
Aku khawatir jika ada di posisi ini,
Menutup semua celah hati..
Menjauh seperti apa yang mungkin terharapkan tanpa sengaja!

Ini jalanku, mimpiku, tujuanku..
Mungkin memang sebaiknya tanpamu..
Seperti sendiri yang menjadi teman perjalananku..

Tanpa lupa,
Terimakasih telah melahirkanku..
Membesarkanku tanpa hangat pelukanmu kala dingin, sepi, pedih, dan luka

Aku,
Menatap punggungmu dari jauh..
Mohon,
Jangan rindukan kebersamaan semu itu,
Karena aku kini..
Adalah respon dari penerimaan yang ada

Selalu sehat..
Adalah doaku,
Selalu!

Thursday, February 19, 2026

Tentang KAMU

​Hujan di awal Ramadhan 1447, menyiram luka yang mulai kering dan sembuh.

Ibukota, kini menjadi rumahku.

Tak lagi merasakan asing. Terimakasih, sudah melemparku jauh di titik ini. Dari sepi menuju cinta yang riuh dengan pelukan nyaman yang mendekap hati, juga melipat jarak yang menjadi jeda kita.

Aku,

Melihatnya di depanku tersenyum ramah. Lalu menyapa hangat,’Pagi, sayang..’, mengusap kepalaku lembut..

I love you.. seraya mengecup keninhku.

Bangun.. 

Aku hanya tersenyum, lalu memeluknya erat. Kebersamaan ini menjalin semua rasa dalam nada cinta.

I miss you.. ❤️

Monday, February 9, 2026

Belajar Bernafas (lagi)

Sempat merasa sendiri,
Walau Tuhan tak pernah meninggalkanku..
Aku,
Tak memaksa kuat..
Bertahan adalah keberanian yang nyata.
Belajar bernafas,
Pelan setulus yang kubisa..
Tetap hidup adalah jalan yang kuambil.

Mungkin di lipatan hari beratku,
Pernah aku mencoba "pergi" dengan cara paksa,
Tapi kali ini,,
Aku memilih bertahan dan bernafas lagi

Dalam sunyi,
Aku menangkup doa..
Di batas RINDU 

Asa yang sempat putus..
Diam yang menjadi hening,
Cukup!
Aku pergi..

Monday, January 5, 2026

Tak ada yang abadi

Tuhan,
Terimakasih..
Telah membukakan mata hatiku hari ini..
Walau sesak nafas sejenak..
Nyeri dada,
Tak ada kata yang mampu terucap..
Aku rindu sahabat sejati!
Adakah Engkau ciptakan ia?

Yang mampu memeluk semua kekuranganku,
Menasehati kala khilaf,
Memegang erat tanganku kala kujatuh,

Tak bisa kumelawan waktu..

Memang tak ada yang abadi..
Selain Engkau,

Pertemukan aku dengannya,
Sosok yang Engkau jodohkan dalam kebaikan.
Yang mendampingi tanpa perih..
Menjabat hati dengan tulus.

Friday, December 5, 2025

Rooftop Tears


Rooftop Tears
Song by Moon Drift Lofi ‧ 2025

Lyrics
Rooftop tears they keep on falling
Rooftop tears my heart keeps calling
Wind takes every word I say
But your shadow's here to stay

Rooftop tears I can't stop crying
Rooftop tears the sky keeps lying
You're not here but the pain appears
Every time I drop these rooftop tears

It's midnight again I'm on the roof
The city glows but I feel no proof
You left your name in every light
And I still cry here every night

I talk to stars they just fade
Whispers lost in the air you made
Rooftop tears they keep on falling
Rooftop tears my heart keeps calling

Wind takes every word I say
But your shadow's here to stay
Rooftop tears I can't stop crying
Rooftop tears the sky keeps lying

You're not here but the pain appears
Every time I drop these rooftop tears
You kissed me here when times were good
Now all I've got is this neighborhood

Your laugh still echoes in the breeze
But you're not in these memories
Tried to scream tried to run
But I break down when the night has come

Rooftop tears they keep on falling
Rooftop tears my heart keeps calling
Wind takes every word I say
But your shadow's here to stay

Rooftop tears I can't stop crying
Rooftop tears the sky keeps lying
You're not here but the pain appears
Every time I drop these rooftop tears

I count the stars like I count the lies
I wish I could forget your eyes
But love like ours don't disappear
It hides in every rooftop tear

Rooftop tears they keep on falling
Rooftop tears my heart keeps calling
You're not here but I'm still near
Rooftop tears they keep on falling
Rooftop tears I keep on calling
You're the silence I still fear
Wrapped in all my rooftop tears

++++++++

Gemericik gerimis..
Menemani tapaku di atas ketinggian 386m lantai 106 Up Thamrin Nine.
Sepi?
Tidak!

Dalam benakku semua riuh itu semakin gaduh.
Walau tak sedikit pun aku mengaduh.
Tentang luka yang ternyata belum sepenuhnya sembuh.

Angin di atas sini, begitu kencang.
Mengusap wajah yang perlahan basah..

Hanya diam dalam heningku..
Menatap jauh..
Mencarimu di antara gemerlap lampu malam Jakarta 
Menitipkan tanya pada angin..
Apakah kamu juga RINDU?

Kamu (2)

Hi!
Apa kabar mu disana?
Sempatkah terpikirkan olehmu, sekilas tentang diriku?
Karena tetiba aku teramat RINDU padamu.

Jalanan sepi disini, melempar angan 
Melewati batas jarak kita.
Malam yang membungkus senyap, 
Betapa inginnya merebah di bahumu.
Bercerita hinggp lelap.
Memeluk bersama harap dengan erat.

Tak sempat kurasakan demam ketika harus berpeluh melengkapi semua pekerjaan disini.
Namun,
Saat waktu beranjak, peraduan sudah terhampar..
Bayangmu sekilas muncul dalam kilasan waktu.
RINDU!

Saat ini aku benar teramat RINDU.
Padamu,
Untuk semua kisah yang saling terbagi.
Tatap teduh lembutmu yang seolah mampu menghapus semua beban.
Hadirmu,
Pelengkap jiwa,
Pelipur lara,
Dan terimakasih..
Sudah berkenan menjadi RUMAHku.



Tuesday, November 11, 2025

1111

Berada di titik ini, menjadi sahabat untuk diri sendiri.
Aku,
Berada di titik simpang yang akan terus meningkatkan kualitas hidup dengan lebih baik.
Dunia tak hanya berputar bagi seseorang..
Ia juga membersamaimu..

Terimakasih banyak sudah kuat hingga saat ini, diriku..
Al-Fatihah.. 

Friday, October 3, 2025

KAMU (1)

Kamu adalah SENJAku!
Bahu untuk menyandarkan semua letih dan lelah perjalanan.
Menenangkan.
Dan cerita ini tentangmu.

Saat ini,
Aku ingin bisa memelukmu dalam RINDU.
Di tenang dan damai hari-hari bersama.
Hutan kota yang kulalui..
Begitu lekat mengingatkan, padamu.
Maka,.kutuliskan asa dan doa yang terangkum di sepertiga malam ini..
Tuhan..
Pertemukan aku..
Pangkas jarak dan izinkan kamu menjadi KITA 

Tanya pun melangit,
Apakah KAMU juga menatap langit sore ini?
Menggantungkan mimpi dan asa,
Berharap untuk jumpa.
Bertatap, 
Lalu mengatakan lantang:
Sayang, aku RINDU!



Tuesday, September 30, 2025

KAMU

Terima kasih..
Selalu ada untukku, yang selalu resah dengan riuh berisik di kepala.
Kita,
Lebih sering dipisahkan samudera.

Namun,
Rasanya selalu ada di sisiku.

Tadi,
Di antara bulir hujan yang menyerbu dan menampar wajahku...
Kukatakan padaNya, kutitipkan RINDU untuk ia yang digariskanNya untukku.
Laki-laki dewasa yang sudah selesai dengan dirinya..
Yang mampu memelukku dalam suka duka, tawa dan tangis..
Ia yang selalu menjagaku untuk tetap kuat melangkah..
Mewujudkan semua mimpi indahki, 
Satu persatu..
Menemani setiap langkah..
Kala tegap..
Ataupun rapuh..

Mendekap tanpa lekat mengikat yang mencekat!
Hanya lembut mengusap kepalaku..
Membisikkan,
KAMU bisa.. sayangku!

Lewati saja hari penat ini dengan langkah tegapmu,
Aku selalu ada untuk KAMU.

Jujur,
Saat ini RINDU begitu melingkari palung hatiku..
PEKAT!
Seperti kopi hitam yang kini ada di hadapanku.

Tapi..
Biarkan sejenak kita bernafas..
Melepaskannya...
Menitipkan semuanya pada SEMESTA.
Tanpa banyak KATA, 
Kini telah ada KITA!

Wednesday, September 24, 2025

Senja (1)


Sejenak duduk menikmati senja hari ini..
Bertanya, 
Apakah kita masih menatap langit yang sama?
Telisikku pada riuh lalu lintas di depanku..

Kawasan Kuningan, memang selalu padat.
Ketika banyak pekerja mulai merebahkan lelahnya.
Menumpahkan penatnya di bahu trotoar.
Menyesap kopi dengan varian kesukaannya.
Glaze doughnut dan Ice Cappuccino, menemaniku di hening pertemanan disini.

Kota ini, mengajariku berdamai dengan kesendirian yang tak hening.
Belajar berdamai dan tenang..
Banyak cerita yang kusimpan untukmu.
Mungkin, semua akan mengalir bersama kedatanganmu di sini.

GBK yang tadinya menjadi tujuanku sore ini, berubah menjadi hening di keriuhan padatnya jalanan ibukota.
Merenung..
Bisa merasakan lega diantara manusia yang terdesak oleh hasrat ingin menutup hari ini bersama keluarga.
Lama aku disini,
Menikmati ujung hari dengan semua instropeksi.
Nikmat mana yang kamu dustakan?

Sini..
Duduklah mendekat, akan kusenandungkan kidung senja..
Ceritaku tentang dia..
RINDU yang sejati!



Thursday, September 11, 2025

(Masih)


Kembali terbangun di detik-detik orang terlelap.
Atau mereka sedang masuk ke deep sleepnya.
..pun yang baru kembali dari perjalanan kehidupannya.

(Masih) menangis..
Hari ini kucoba membunuh semua "biru" dengan melakukan semua sesi di Gym dengan repetisi optimal.
Lalu tetiba melihat booth Donor darah, yang seketika mengetuk sisi kemanusiaanku.
Semoga ada lagi kebermanfaatan yang bisa tertulis hari ini.
Biasanya HBku memang selama ini tidak selalu bersahabat. 
Pola tidur yang terlalu singkat, membuat banyak orang berkomentar aku bukan manusia.
Dan,
Yeay!
Semua proses lancar. Setitik darahku semoga bisa membantu kehidupan orang lain.

Mm..
Mungkin aku termasuk segelintir manusia yang memiliki jam biologis unik. Sejak SMP, aku memang biasa terbangun pukul 1/2 dini hari.
Lalu berwudhu, menggelar sajadah.
Bertemu denganNya.
Aku hanya memilikiNya..

Semua lelah, tangis..
Menjadi do'a untuk memelukNya.
Hingga semua beban hati dan jiwa yang menghimpit, aku kembalikan padaNya.
Mengharapkan ampunan untuk semua dosa dan lalai yang kulakukan.
Hingga menjadikanNya shoulder to cty on..

Aku tak berani mendebat semua takdir yang telah ditetapkanNya untukku..
Walau terkadang perih, pedih, dan sedih..
Selalu yakin semua menjadi kebaikan untukku.

Airmataku kembali menitik perlahan..
Kala semua kenangan tentangnya melintas, membuatku kembali teringat mimpi bersamanya.
Kepergiannya yang mungkin belum bisa diterima dengan hati lapang dan ikhlas sebagai cerita yang dituliskanNya.

Aku,
Begitu ingin menemuinya..
Walau hanya menatap melalui foto yang ada di guci abunya.
Memberikan penghormatan terakhirku secara langsung.
Mengenang semua kebaikan, kenangan indah, pepatah, semangat yang menghiasi perjalanan kebersamaan kami.
Berterima kasih untuk semua kuat, sabar, semangat dan percaya yang telah diberikannya padaku.
Mengantarkanku pada titik hari ini..

Dalam mimpi kali ini..
Beliau tersenyum, menghampiri dengan senyum yang mengembang seperti biasanya.
Hangat jabat tangan..
Sejenak berdiri menatapku penuh makna,
Komunikasi tanpa kata kali ini.
Lalu melambaikan tangan..
Seolah kembali ke Hotel seperti hari-hari sebelumnya ketika di Indonesia.

Senyumnya tetap mengembang hingga membuka jendela mobilnya.
Aku, menunggunya berlalu, seraya membungkuk mengucapkan "Otsukaresma deshita! See you tomorrow!"

Semuanya..
Terbingkai rapi di ruang indah di hatiku.
Sepertinya aku memang butuh waktu lebih panjang kali ini..
Untuk mampu bernafas tanpa kehadirannya.
Menjadi kuat dan luar biasa seperti yang diinginkannya.

He's no longer with us phisically, but his mind is in us..
(Pesan yang kuterima menjawab tangisku kemarin)

Dalam hening malam ini..
Kukirimkan do'a terbaik untuknya.

Selamat jalan Hashi san, beristirahatlah dengan damai..
Pelukan semangatmu yang selalu meyakinkanku ketika rapuh dan patah akan selalu hangat, adalah bentuk lain pertemuan kita kali ini.

Aku,
Tetap menjaga janjiku..
Untuk memberikan yang terbaik untuk semuanya.

"I miss you so much... You may be gone, but your memories and legacy live on in my heart. I'm grateful for the time we shared, but your absence leaves a gaping hole in my life. I'll always remember you and cherish everything you've given me. Rest in peace, you've left a beautiful mark in our hearts."

Terima kasih banyak yang tak pernah cukup untuk membalas semua kebaikanmu.
Al-Fatihah..

[Picture located in Mogome-juku Nakatsugawa Japan]

Wednesday, September 10, 2025

会いたい

Once again, I found myself waking up in the middle of the night, jolted by a dream where I was reunited with Hashi-san. The pain of his loss hit me like a wave, and tears streamed down my face as I remembered that he's no longer with us. I offered a heartfelt prayer for him, and then sought solace in writing for a moment.

Pesan yang terkirimkan ini, sedikit..
Yaa hanya sedikit melegakan kepedihan hati yang tetiba terasa sangat dalam.
Sesak!

Lalu, airmata yang awalnya perlahan menetes, semakin memburamkan mata.
Lalu tak lagi mampu aku kendalikan.

Tak bisa kujelaskan kepada siapapun..
Bahwa tadi seolah aku melihatnya.
Mendampingi kami yang sedang meeting daring.
Beliau hadir disana..

Aku tahu dan paham..
Bahwa aku akan terus berjalan.
Melangkah meneruskan hidup tanpanya.
Bumi selalu berputar.
Semesta akan terus mendampingi,
Seperti Blood Moon yang kembali menemuiku 2 malam lalu.

Aku,
Duduk sendirian, menatap langit malam itu..
Mengabadikan keindahan keajaiban alam ciptaanNya. 
Sesaat..
Walau sejenak..
Tergambar wajahnya di langit malam itu..
Tersenyum..
Damai!

Lama aku menikmati hening di dingin udara Bandung hingga pukul 2 dini hari.
Belum ada rasa kantuk lagi, karena aku terlelap sejak pukul 8. 
Tersentak oleh takbir di pukul 11.

Maka,
Kuputuskan menikmati semua rasa di antara fenomena langka ini.
Sejenak!

Dalam tenang..
Mencoba kembali menyusutkan airmata ini.
Menggelar sajadah.
Menundukkan kepala,
Terisak perlahan,

Tuhan..
Aku teramat merindukan beliau..
Walau kutahu, beliau telah damai disisiMu..
Tak lagi merasakan sakit tak terperi dalam proses penyembuhan yang dilaluinya.
Seperti yang pernah dituliskannya sangat panjang di email yang dikirimkannya pada kami.

Dan kini..
Aku pun akan mengizinkan diriku, untuk merasakan semua rasa yang saat ini begitu mengharu..
Begitu "BLUE".

Hingga anabuls tak pernah meninggalkan ku tidur sendirian sejak malam itu..
Hari di saat aku menerima kabar kepergiannya.
Seolah menguatkan..
Bahwa malam akan berakhir,
Esok akan datang dengan cerita lain yang bahagia.
Walau harus biasa, dibiasakan, hingga akhirnya terbiasa tanpa beliau.

Terima kasih Hashi san,
Ucapan yang kutitipkan dalam diam dan hening malam ini..
Untuk semua warna yang pernah terlukiskan dalam langit kehidupanku.
Hidup yang tak mudah untuk dijalani sendiri.
Tangan semangatmu seolah mengusap kepalaku lembut..
Dan mengatakan..
Semua akan baik-baik saja!

Tetap melekat bagaimana caramu menyemangati aku yang patah sejenak karena lelah di perjalanan pulang ke hotel Karawang. Berturut dinas langsung setelah selesai tugas di Palembang .

Walau saya tahu, hari esok masih panjang..
Namun akan sangat membantu jika kamu dapat menyelesaikan PR data di Palembang sebelum hari ini berganti!

Begitu puitis caramu menyampaikan permintaan itu. 
Dan takkan pernah aku berani untuk mengecewakanmu kembali.
Cukup satu kali!
Kala rangkuman historical data yang tak kunjung aku selesaikan..
Catatan yang sangat aku bold!
Never ever do that silly you thay disappointed him much!

Dan sejak detik merasakan sedikit rasa kecewamu saat itu, aku berjanji untuk menguatkan hati dan jiwa..
Bahwa semua tugas darimu akan kuselesaikan dengan baik, sesegera mungkin!
Tanpa lelah dan keluh..


Yaa Rabbanaa..
Tenangkan jiwaku, 
Karena sejatinya beliau sudah damai bersamamu di alam keabadian.

Pinjamkan bahuMu,
Untuk menggantikannya menguatkan langkah-langkahku..
Sosok ayah yang mampu menjadi sahabat, memeluk dengan semangat hangat.
Meminta halus tanpa memaksa..

Aceh, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, lalu terjeda sejenak perjalanan Umroh. Lalu Lampung..
Menorehkan banyak cerita bersama di tengah dinas.
Menyentuhkan hangat keluarga yang tak pernah kurasakan di duniaku sebelumnya.
Atasan terbaik yang pernah kumiliki!

Yang tetap mencariku di Sabtu itu..
Ketika baru landing di Soetta, setelah perjalanan rohaniku di Harramain. 
Mengingat janjiku..
Menanyakan,
Apakah aku sudah kembali ke Indonesia..
Untuk kembali menemaninya melakukan perjalanan dinasnya.
Dan,
Hanya 10 hari bertahan tanpaku menjalani pekerjaan di penjuru Indonesia.
Ia mencari penggantiku, mengikuti saranku sebelum terbang ke Jeddah.
Namun..
Ternyata semua tak berjalan dengan baik.

Kembali,
Terima kasih..
Telah melesatkan aku di titik ini
Menempaku kuat di semua fase perkembanganku sebagai professional..
Jatuh 7x Bangkit 8x!

Terima kasih ini,
Sempat aku tuliskan dan belum terbaca olehmu..
[Mungkin]
Di WhatsApp dan email.
Bukan karena tak mau..
Namun aku tahu, kala itu beliau sedang berjuang di garis hidup yang teramat keras penuh sakit yang tertahan.

Maafkan aku..
Jika pernah mengecewakanmu di pekerjaanku.

Dan, 
Malam ini..
Aku kembali meRINDUkanmu!

01:39 20250910




Monday, September 1, 2025

Melepaskan & mengikhlaskan.. (RIP)


めぐる季節 

薄紅 花景色 せつなさを知った春
はかなく散ってゆく 風の指先ふれて
静かに見える波 まぶしすぎる夏の日
心の海岸で白く砕けていった
usubeni hana keshiki, setsunasa wo shitta haru
hakanaku chitteyuku, kaze no yubisaki furete
shizuka ni mieru nami, mabushisugiru natsu no hi
kokoro no kaigan de shiroku kudaketeitta

a landscape of light crimson flowers, a spring that knew of misery
the flowers* briefly fall, feeling the fingertips of the wind
a wave that can be seen in the silence, a summer day that is too radiant
by the coast of my heart, they would smash into white

過ぎゆく季節の果てにたたずむ人は誰なの?
ゆれる想い 自分をだきしめたの ひとり
明日はどんな日に 頬づえの窓辺から
かたちのない夢をきっと見つけにゆこう
sugiyuku kisetsu no hate ni tatazumu hito wa dare na no?
yureru omoi, jibun wo dakishimeta no hitori
ashita wa donna hi ni, hoho dzue no madobe kara
katachi no nai yume wo kitto mitsuke ni yukou

at the end of these too many passing seasons, who is that person standing still?
your swaying emotions embraced you, all alone
no matter what kind of day tomorrow will be, from the windowside, resting your hand on your cheek
I'll surely go to find a dream without a form

色づく街ゆけば 誰かに逢いたい秋
やさしくなれそうな 夕暮れのさみしさよ
凍えた手のひらで とけてゆく粉雪は
涙によく似てた ぬくもりに出会う冬
irodzuku machi yukeba, dareka ni aitai aki
yasashiku naresou na, yuugure no samishisa yo
kogoeta te no hira de, tokete yuku konayuki wa
namida ni yoku niteta nukumori ni deau fuyu

when I go to the color-changing town, a fall where I want to meet someone
it'll surely become gentler, the loneliness of the evening
in the palm of my frozen hand, the melting powdery snow
it looked perfectly like tears, the winter where I met warmth by chance

幸せを探す人が一番幸せだって
めぐる季節 想い出に変えながら ふたり
shiawase wo sagasu hito ga ichiban shiawase da tte
meguru kisetsu omoide ni kaenagara, futari

they say the person who searches for happiness is the happiest
while these rotating seasons are changing into memories, with us two**


明日はどんな風 歩きだす窓辺から
もうすぐ見えてくる夢を渡ってゆこう
ashita wa donna kaze arukidasu madobe kara
mou sugu mietekuru yume wo watatte yukou

whatever the wind is like tomorrow, I'll keep walking from beside the window
very soon, I'll go to cross over into my dream in sight

----------

02:35 PM 20250828
Menerima berita kehilangan Anda.
Freezing!

Lalu..
Kuletakkan gawai, bulir airmata terus tak bisa terbendung. Sesak dada..
Dan berusaha menguatkan hati untuk menerima semuanya.
Sakit!

Jarak kita terlalu jauh. 
Yang kala itu ingin kupangkas untuk bisa mengantarkan Anda hingga perjalanan akhir di dunia.

Ya.. 
Kehilangan adalah hal yang bukan fase yang mudah diterima dengan lapang.

Hingga baru hari ini aku mampu menuliskannya disini.
Mengenang Anda. 

Butuh 4 hari untuk memberanikan diri.
Menuliskannya tanpa airmata adalah harapan terbesarku.
Namun...
Tetap tak bisa!
Karena jendala mataku tetap memburam ketika mengenang semua perjalanan cerita kita.

Bahkan di hari Sabtu lalu, aku mendapatkan notifikasi dari Google Calendar. Reminder ulangtahun Anda di tanggal 31 Agustus.
Perlahan.. bulir airmata itu menetes.
Kesempatan yang tak datang tahun ini karena kepulangan Anda.
Selamanya!

Aku tahu..
Ini mungkin yang terbaik..
Karena terlalu sakit membayangkan semua perjalanan yang Anda rasakan untuk melalui semuanya.
Yang sempat anda ceritakan dalam email secara detil di satu siang.
Proses pengobatan yang tengah dijalani.
Sakit dalam hatiku membacanya..
Sedih yang memuncak tak terkira.
Namun,
Selalu berharap.. 
Untuk bisa bertemu dengan Anda di Indonesia walau hanya sebentar 1x lagi.

Semua canda, celoteh sepanjang perjalanan dinas sejak akhir 2019 tetap terukir indah di buku kenangan yang tersimpan rapi di hatiku.

Maka..
Aku pun harus berjuang keras untuk bisa mengikhlaskan yang terjadi. 

Anda,
Adalah sosok Ayah yang tak pernah aku miliki di duniaku.
Tegas, disiplin.
Mengkritik tanpa menjatuhkan.
Semua membangunku yang saat ini.

Super mentor dan leader di perjalanan karierku di Jakarta.
Menguatkan aku kala ragu.
Menyakinkan bahwa aku mampu.
Perkembanganku kini adalah tempaan Anda.

Berproses dengan sangat keras.
Untuk mampu melewati tembok batasan yang aku buat sendiri.
Semuanya masih tergiang jelas.
Penguat jika aku mulai rapuh.

Shobetsukai di Lotte senja itu..
Ternyata menjadi momen terakhir perjumpaan kita.
Janji Anda..
Janjiku..
Tetap tersimpan dalam hati, yang mengukuhkan langkah.

Jejak dokumentasi semua karya dan bakti Anda yang luar biasa di banyak negara tersimpan rapih di FB dan IG.
Adalah bukti nyata kehebatan Anda yang tak terbantahkan.
Pertemanan yang telah terjalin disana, nyata membuktikan ikatan jiwa kita.

Terjeda sejenak..
Aku kembali terisak..
Sesak!

Selamat jalan.. Hashi san!
Beristirahatlah dengan damai.
Anda hebat!
Luar biasa..

Walau tak mudah, aku kini belajar ikhlas melepaskan Anda. 
Karena semua terjadi terlalu cepat.

Terima kasih untuk semua kebaikan.
Menyimpan semua kenangan walau sesekali tetap menangis yang menyesakkan dada..

心よりお悔やみ申し上げます
😭😭

20250901 [Melepaskan, Mengikhlaskan]