Hujan di awal Ramadhan 1447, menyiram luka yang mulai kering dan sembuh.
Ibukota, kini menjadi rumahku.
Tak lagi merasakan asing. Terimakasih, sudah melemparku jauh di titik ini. Dari sepi menuju cinta yang riuh dengan pelukan nyaman yang mendekap hati, juga melipat jarak yang menjadi jeda kita.
Aku,
Melihatnya di depanku tersenyum ramah. Lalu menyapa hangat,’Pagi, sayang..’, mengusap kepalaku lembut..
I love you.. seraya mengecup keninhku.
Bangun..
Aku hanya tersenyum, lalu memeluknya erat. Kebersamaan ini menjalin semua rasa dalam nada cinta.
I miss you.. ❤️

No comments:
Post a Comment