Aku, kembali ke pantai ini denganmu. Hening tanpa suara karena saat ini aku sedang mencerna semua luka yang pernah singgah. Engkau berkata, "Kamu harus move on." Sejenak otakku membeku, membayangkan suasana kamar yang temaram kala itu. Apakah selama ini aku memang masih berjalan di tempat, tanpa beranjak sedikit pun. Atau aku memang tidak peka?
Adakah tanda yang selama ini tak terbaca?
Yang terselip di antara jeda kita dan aku kurang peka?
Saat ini aku melihatmu masih terlelap dengan napas yang sangat tenang. Damai..
Ingin mengusap kepalamu lembut, lalu berkata, "Sayang.." lalu mengecup pipimu, membisikkan, "..aku cinta kamu"..
Merebahkan kepala di dadamu, mendengarkan detak jantungmu. Sejenak merasa bahwa kali ini aku tidak salah ketika menitipkan rasa dan cinta yang memang sudah tak utuh. Tercemar polusi luka yang sebenarnya sudah kering. Namun, perjalanan waktu selalu mengoreknya hingga membuat luka itu kembali berdarah.
Jeda itu, masih ada dalam anganku..
Rasa yang tak bisa kugambarkan dengan baik..
Menatap punggungmu yang perlahan menghilang, membaur dalam pekatnya malam itu.
Terima kasih, sudah hadir dalam hidupku.
