Nuansa
Berjalan berdampingan di atas segala perbedaan, terasa tak mudah (memang)... Tetap mampu berdiri sendiri, (namun) terasa rapuh jika berjalan tanpamu... Always a reason behind something... #SahabatSejati

Friday, December 22, 2023

Do'a

Menyelipkan doa dalam hening sepertiga malam,
Membuka jalan di jalur langit..
Aku,
Hampir melupakanmu..
Karena sunyi yang sellau mendekap perjalananku..

Pun tersisip tanya..
Apakah aku masih ada dalam hatimu?
Memiliki arti dan makna di kehidupanmu?

Isak tangis yang tertahan, mengikatmu dalam kenangan..
Bahkan aku hampir menyimpanmu di ruang gelap hatiku..
Juga hampir mengering airmata..

Yaa Robbana..
Permudah semuanya .
Uraikan gundah yang menjadi lara..
Bismillahirrahmanirrahim...

Tuesday, December 19, 2023

Renungan

Pernah aku mempertanyakan kepada Ilahi..
Mengapa aku ada di jalan ini?
Apakah (hanya) ini sebaiknya jalan untukku?

Adikku menegurku..
Janganlah melakukan itu.. karena itu hanya merupakan bentjk ketidakpercayaan pada jalanNya. Qadarullah dan skenario yang terbaik.

Mungkin..
Ini bukanlah tentang apa yang baik sesuai yang kita inginkan.
Namun tentang yang paling tepat untukku.

Hampir tak sanggup lagi untuk menderai airmata. 
Karena semua seperti diam dalam beku.
Hening di jiwa..

Aku sangat ingin memelukmu.
Dalam doa dan nyata..
RINDU!

Friday, December 15, 2023

(kembali) Titik Nadir

Bandung,
..adalah semua tentangmu, dalam balutan indah dan kelu. Warna bru dan abu..
Di titik terendahku,
Tak sekejap pun aku berlari..
Tetap disini..
Karena Bandung tak cm melulu bicara soal RINDU..


Cerita yang terlulis di Cafe Indonesia London ini, membuatku terhenyak dalam pilu..
Aku,
Tetap menyimpan semua di sudut hati yang terkunci. Saat ini aku telah bersamanya... 
Kami baru saja selesai di perjalanan dinas kami. Sejenak melepas penat di belahan dunia, di ribuan km dari Indonesia.
Ryo,
Dengan tenang menyesap kopi pesanannya. Demikian pula aku.
Kami sama-sama sejenak terjeda dalam hening. Mungkin melayangkan kenangan atau kerinduan yang melekat. Di secangkir kopi kami..
Croissant, adalah side dish pilihannya untukku
Sementara Brownis Almond untuknya.

Kami bersenda gurau dengan bebas..
Sedikit bercanda untuk meluruhkan rindu yang membalut hati kami.
Dalam diam, kutatap bola matanya yang berbinar ketika mengurai cerita..
Teduh..

Dia selalu menjagaku disini..
Tak henti menanyakan kabar, atau sekedar mengingatkanku makan.

Terima kasih semua..
Telah menerimaku dengan baik.
Dan memelukku hangat..

@London di -1°

Saturday, December 9, 2023

One step backward

Ternyata aku belum sepenuhnya pulih.
Melakukan deep talk untuk sejenak mundur melihat ke belakang.
Sebenarnya sepert tanpa rasa sakit, tapi tanpa sadar bulir bening itu mengalir.

Hampir kehilangan kendali atas semua pedih dan pilu yang pernah dialami.
Jalan terjal yang sudah terdaki.

Perjalanan kemarin, seperti mengingatkan betapa sunyinya hari-hari yang sudah ku lewati.
Perenungan yang hanya bisa terdekap dalam diam.
Sendiri dalam kesendirian, sungguh butuh kekuatan jiwa.

Malam yang hening, membelah dingin.
Driver Ojol itu mengantarkan sambil berbincang di chat, sehingga perjalanan kami terasa lama.
Dan selanjutnya percakapan kami didominasi dengan pertanyaannya yang terlalu terkesan menggoda.
Hanya mengelus dada..

Seandainya aku memiliki mobil, akan kupastikan teman perjalanan akan kuantar hingga depan pintu rumahnya.
Demi menjamin keselamatannya, apalagi ketika dia perempuan.
Saat ini sementara harus menerima semua dengan lapang dada.

Terimakasih diriku..
Telah telah kuat dan waras menjalani hidup dan kehidupan 

Sunday, December 3, 2023

Steps forward

Di perjalananku kali ini.. aku ingin mengurai waktu.
Semua seperti memberu dalam dentang.
Detik demi detik seolah terhenti dalam satu.

Aku lelah...
Apakah kamu bisa melihatnya.. T?
Ingin memelukmu di tengah salju yang turun sore ini.

Dingin yang terasa menusuk tulang kali ini begitu tajam.
Mengiringi sunyi yang kini membalur kalbu.

Apãto masih belum selesai kutata. Kejutan dari Tuhan kali ini begitu indah 
PhD scholarship yang kudapat, bisa dijalani bersama tim SCI.
Maka..
Nikmat mana yang kau dustakan?

Bukan tak bersyukur..
Hanya sedikit ingin mengurai gundah..
Aku rindu pasti, komitmen dan peluk!
Wish you were here..

Saturday, November 25, 2023

Catatan Kaki

Vie,
Apakah kamu sudah terlelap?

Pesan itu masuk di gawaiku, ketika aku sedang membunuh waktu dengan membaca novel melalui aplikasi.
Aku terhenyak.
Begitu eratkah ikatan jabat hati di antara kami?

Saat ini yang kubaca tentang perjalanan hati seorang wanita yang tengah berjuang untuk membuktikan bahwa cintanya tulus.
Cinta yang seharusnya dijalani dengan bahagia.
Namun dilakoni seperti roller coaster.
Hubungan yang teramat toxic.

Tamparan, makian, cacian..
Menjadi tantangan hari-harinya.
Hanya karena persepsi yang salah di masyarakat. Generalisasi pada sebuah opini yang dianggap lazim di Indonesia.

Aku tak langsung menjawab pesannya.
Hanya terus membaca dan tanpa sadar menitikkan air mata. Menghayati jalan ceritanya.

Jujur, aku mulai meragu.
Ingin mundur.
Dan mengatakan bahwa saat ini aku ingin memeluk hangat dirinya.
Menumpahkan semua resah dan gundah.
Meminta pendapatnya.

Apakah memang semua pantas dan layak dijalani?
Karena yang kulihat, dia bahagia dengan semua denyut kehidupan tanpaku.

Apa mungkin sebenarnya, semua akan baik-baik saja walaupun aku tak ada?

Setelah pergulatan batin, akhirnya kujawab pesannya.

Yaa sayang..
Aku masih terjaga.

Dan akhirnya kami pun sejenak menghadirkan cerita dalam keheningan malam. Yang selama ini terpendam.
Terpenggal jarak dan jeda.

Namun, hingga akhir percakapan kami, tak mampu kuhadirkan tanya untuk mendapatkan jawabannya.

Sayang,
Apa yang harus kulakukan?
Bertahan dengan tangis atau pergi?

Aku ingin memelukmu dengan semua hening. Memastikan bahwa perjalanan kali ini tetap bermakna. Bagimu dan aku.

Wednesday, October 4, 2023

Bolehkah?

Dear T,
Bolehkah aku merindukanmu ketika sunyi mendera.
Manakala aku memeluk hening dalam riuh.
Benar aku sangat merindukanmu saat ini.
Walau saat di kantor aku hanya menatapmu dalam diam.
Melihatmu serius mengerjakan tugas-tugas.
Teirma kasih yaa..
Sudah menjadi sahabat hatiku.
Membantu semua perjalanan karirku hingga saat ini.
Melewati lembah dan jalur terjal yang baru kulewati.
Menemani dan menggenggam tangan untuk bisa menjalankannya dengan baik.
Terima kasih untuk semuanya..

Hadirmu,
Membuat ketenangan dan kenyamanan yang baru.
Walau jarak masih belum terpupus di antara kita.
Meski waktu belum kita pangkas.
Aku,
Menunggumu disini.
Di lantai 17 The East Mega Kuningan.
Untuk bisa sedikit meluangkan waktu, bercakap seperti ketika perjalanan kita di Kalimantan.

Semoga..
Kau tetap baik-baik saja..
Tetap semangat menjalani hari,

Do'a di sepertiga malam..
Selalu terselip untukmu.
Terima kasih untuk pelukan ternyaman dan hangat malam ini.
Walau hanya di bunga tidurku..

Terima kasih yaa Robbana..
Untuk semua hal yang menjadi takdirku.
Untuk pekerjaanku saat ini bersama SCI, yang mengantarkan mampuku menjadi tulang punggung keluarga.

Terima kasih yaa Robb Malikul Quddus..
Yaa Ghoniyyu, yaa Mughnii..