Nuansa
Berjalan berdampingan di atas segala perbedaan, terasa tak mudah (memang)... Tetap mampu berdiri sendiri, (namun) terasa rapuh jika berjalan tanpamu... Always a reason behind something... #SahabatSejati

Wednesday, September 7, 2022

Hening (2)

Bila salah beri maaf untukku
Jangan lantas pergi tinggalkan
Ku masih ingin cintamu

Ajari aku apapun kau mau
Asal jangan tentang bagaimana
Ku harus hidup tanpa kamu

....

Jelang memejamkan mata, aku ingat dia. 
Semakin terasa jeda jarak di antara.
Resah yang menyesak semakin membuncah.
Bagai Layangan Putus..

Diam,
Selalu membuahkan gelisah 
Sunyi seperti memberi jarak dalam jiwa
Ruang hampa kalbu yang kian hening..

Andai disini,
Peluk hangat aku.. Daniel,

Menjejakkan...


Hi..
Paagii.. Indonesia,,

Sapaku renyah untuk Aira,

Mommyyy...
Teriaknya menahan rindu yang terlalu pekat.

Yaa.. ayang,
How are you?

Lanjutku sambil sedikit menyeka sudut mata yang mulai brkaca.

Lalu cerocos ceritanya menjadikannya seru. Aku disini sudah beranjak merebahkan mimpi.
Sementara Aira sudah menjadi esok pagi.

14 jam perbedaan waktu antara Jakarta dan Vancouver ini begitu menuntutku mengalahkan ego.
Sebentar menunda mata yang mulai menutup.


Monday, September 5, 2022

Something in the rain

Hujan,
Adalah tempatku menyembunyikan tangis dalam terang.

Air adalah energi yang bisa membebaskanku dari semua hal yang tak mungkin kuceritakan pada manusia yang sebagian besar munafik.

Dalam air dan hujan, aku mampu melihat dengan batin yang begitu terluka. Menyaksikan perubahan warna energi yang ada.

....

Di Ubud,
Aku mengenal healing therapy dan meditasi.
Kubawa jauh di belahan bumi Eropa.
Bersama Moli, Muezza, Chiko, Ochi, Tom, Jerry dan Lulu, anabuls yang selalu memberikan damai dalam keheningan.

Hari ini aku sering menangis..
Menatap biru langit cerah Vancouver.

I heart you.. Daniel,
But still afraid to talk,,

Sunday, September 4, 2022

Self love

Self love..
Mencintai diri sendiri adalah hakku menjalani hidup.
Menghargai kebebasan sebagai manusia.
Belajar ikhlas menjalani semua seperti adanya adalah kelegaan.
Tak ada yang salah dalam sebuah pilihan hidup.
Jadi jangan pernah menyesal..
Tak ada yang benar salah atau yang paling benar.
Aku hanya ingin sejenak melegakan nafas yang mulai sesak..
Menarik nafas dalam..
Menikmati senja di Senggigi, dengan langit Rinjani kembali

Setangkai mawar merah..
Yang selalu memberikan warna dalam hidup yang sunyi,

Langit biru Canada, selalu mengukir kedewasaan wawasan,
Boleh aku sebentar berhenti?
Menghargai waktu yang sejenak diam,

Kebersamaan haruslah bernyawa dan berjiwa..
Teman hidup, bukan hanya sebagai teman tidur.
Tapi menyatukan rasa, menghadirkan keselarasan dalam makna.
Bukan pura-pura..

Menuliskan cerita hati padamu Daniel..
Belajar untuk menguraikan semua kegundahan.
Sebelum semua terikat dalam komitmen, biarkanlah aku sejenak sendirian.
Merenungkan semua cerita indah kita selama aku disini.

Sunday, August 21, 2022

Sebaris Cerita

/catatankecil/

..dan, perjalanan selalu menyisakan cerita kenangan. Kebersamaan adalah keajaiban yang harus selalu disyukuri. 
Tak ada kehidupan yang sempurna, karena itu hanya ada di rangkaian dongeng.

Disini, aku sedang menulis barisan kata-kata yang berkerumun di otak kecilku.
Gatal.. 😀😂

Setjangkir kopi tetap menemani untuk menyegarkan. Sesekali menatap lalu lalang orang-orang yang sibuk mengejar mimpinya. Begitu keras kehidupan,

Sementara di sudut kota, masih banyak yang terlelap di kasur tebal, empuk, dan kamar yang dingin. Kenyamanan yang sedang diimpikan banyak orang pagi ini.

Aira,
Sayangku..
Tetiba teringat dia. Selalu memintaku membuatkan coklat panas sebelum aku berangkat.
Senyum lebarnya, mengusap lelah dan airmata yang sering tertumpah dalam hening malam.
Di sepertiganya.

Jarak ini begitu menyiksaku. Harus menghadirkan senyum lebar, seolah-olah semua berjalan sempurna.
Tak apalah..
Karena ini aku, Vie. Pilihanku. Jalan hidup dan ceritaku. Dan, selalu ada kamu.. 😉😘
Karena "dunia" ini milik bersama, tapi "rumah" miliki kita.

#aksarabermakna #pecandusastra

Cerita Senja (3)

Cinta Dalam Diam
(Jalaludin Rumi)

Aku memilih mencintaimu dalam diam.
Karena dalam diam tak akan ada penolakan.

Aku memilih mencintaimu dalam kesepian.
Karena dalam kesepian tidak ada orang lain yang memilikimu,
kecuali aku.

Aku memilih memujamu dari kejauhan.
Karena kejauhan melindungiku dari rasa sakit.

Aku memilih menciummu dalam angin.
Bukankah bibirku juga akan merasakan kelembutan dari angin?

Aku memilih memilikimu dalam mimpi.
Karena dalam mimpiku, kamu tidak akan pernah mati.

Membaca goresan Jalaludin Rumi, yang mengajarkan keheningan.

Disini,
Vie..
Kugenggam hatimu dalam sunyi,
Berharap..
Semua terjabat dalam suci,
Aku padamu..

Daniel

Wednesday, July 27, 2022

Cerita Senja (2)

Hi!

Daniel menyapaku ramah..
Mengejutkanku yang terlalu asik dengan musik Spotify yang mengalunkan playlist pilihanku.
Rindu Indonesia.

Hallo juga..
Sehat?

Baik.. Vie.

Ah , sudah lancar bahasa Indonesianya.
Bahagia menjadi gurunya selama disini.
Dia selalu ada untukku.
Mengenalkan semua budaya setempat. 
Ingin selalu melihatku tersenyum..

Hh..
Aku hanya menangis di hamparan sajadah.
Kala hasrat dan cintaku membisikkan dekapanNya erat.
Tuhan tolong.. jaga aku disini.
Jarak dan waktu ini mungkin memang Kau bentangkan untuk membuatku kembali kuat dan bangkit.

Karena semua akan indah pada waktunya.
Daniel mengusap punggungku perlahan..